Politik Devide et Impera adalah politik yang digunakan VOC untuk menghadapi perlawanan rakyat Banten. Politik ini adalah politik adu domba yang menimbulkan perpecahan di suatu wilayah supaya mudah dikuasai.
Pembahasan
Devide et Impera berarti pecah dan berkuasa. Politik ini dilakukan oleh VOC lantaran Banten di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa mencapai puncak kejayaan. VOC merasa keberhasilan Banten mengganggu praktek monopoli perdagangan lada. Sehingga VOC mencoba menguasai Banten, akhirnya berbagai konflik terjadi.
Saat konflik terus-terusan terjadi, Sultan Ageng Tirtayasa fokus untuk mengurus urusan luar negeri. Sedangkan urusan dalam negeri diserahkan pada Sultan Haji. Namun ternyata strategi ini disalahgunakan oleh Sultan Haji untuk merebut kekuadaan Banten dan didukung oleh VOC. Sebagai imbal baliknya, Sultan Haji harus menyerahkan Cirebon kepada VOC serta pasukan Banten yang ada di priangan harus mundur. Inilah strategi dividen et impera yang dilakukan VOC yakni menghasut Sultan Haji karena melihat adanya ambisi menguasai kerajaan dari Sultan Haji.
Pelajari lebih lanjut
Materi tentang alasan Belanda mendirikan VOC https://brainly.co.id/tugas/2083070
#BelajarBersamaBrainly
#SPJ4
[answer.2.content]